PANDANGAKU TENTANG PACARAN

             Halo bloggy! Pada kesempatan kali ini aku mau berbagi pandanganku tentang pacaran yang sudah menjadi hal biasa terutama bagi remaja era sekarang.


        Aku bukan tipe orang yang terlalu mengikuti trend dari trend satu ke trend yang baru. Jujur, aku benar-benar tidak menyukai apa itu yang dinamakan dengan pacaran. Ini bukan berarti kita dilarang untuk menyukai lawan jenis. Aku menyukai laki-laki sama seperti mereka, tapi hanya sekedar menyukai dan bukan untuk menjalin hubungan pacaran apalagi diumur yang masih tergolong labil. Aku lebih suka bersahabat dengannya, menjalin persahabatan sebaik dan sedekat mungkin. Berjodoh atau tidaknya, itu urusan Tuhan.


       Herannya, banyak dari remaja seumuranku yang menganggap orang sepertiku adalah orang kuno yang kulot tak mengerti perkembangan zaman. Lalu, apa reaksiku? Bagi kalian yang sependapat denganku, mari kita tertawa. Tertawalah sepuas mungkin ketika kalian diejek dengan hal paling konyol seperti itu. Pacaran? Kalau mau menimbang antara dampak postif dan dampak negatif, maka kita tahu jelas, dampak negatiflah yang akan menang dengan perolehan tertinggi. Wah, hebat. 


     Banyak dari mereka yang berkata bahwa hatilah yang paling penting, bukan otakmu. Hei! Kalian kulot atau bagaimana? Ini zaman milenial, kawan! Bukan zaman dimana kita dapat membuang waktu dengan berpacaran! Kalau bukan otak yang mengatur tubuh, lalu apa? 


     Katakanlah kalau aku terlalu frontal dan terlalu menghujat budaya pacaran. But yeah, everyone has their opinion. Tak ada yang rugi bila kamu tidak 
berpacaran rugilah kamu jika kamu berpacaran. Ya, kira-kira begitu menurutku.


     Banyak temanku yang ketemui mereka berpacaran dengan alasan yang 'sedikit konyol', tahu? Mereka mengaku bahwa berpacaran hanyalah untuk mengisi kekosongan, supaya tidak kesepian katanya. Beberapa mengatakan tak ada dasar suka sama suka, hanya saling memanfaatkan.


       Tidak berpacaran bukan berarti kita ketinggalan zaman. Aku dikelilingi banyak teman laki-laki tapi hanya untuk bersahabat. Kami bermain, belajar, saling melontarkan candaan satu sama lain. Menyenangkan. Sangat menyenangkan. See? Tanpa berpacaran, bukan?

        Kenapa aku tidak suka berpacaran? Bukan karena aku berpengalaman dan tahu akibat negatifnya. Tapi aku memperhatikan sekelilingku, mereka yang awalnya sangat berprestasi, rajin dan juara kelas lama-lama menurun. Memang tidak berlaku bagi semua orang, tapi menurutku tetap saja ada dampaknya walau dampak kecil.


     Banyak dari mereka yang berpacaran secara terang-terangan bermesraan di sekolahdan di tempat umum lainnya sehingga membuat orang yang melihatnya menjadi risih.


     Banyak loh hal yang dapat dilakukan selain berpacaran, kita bisa berkarya, bisa berprestasi, mencari teman sebanyak-banyaknya, lakukanlah hal positif yang bermanfaat bagi sekitaramu.


     Ya, kukira sekian. Dan mohon maaf bila artikel yang kutulis ini menyinggung hati yang merasa. Karena tujuanku memang itu, sih. Hehe.




     Salam Generasi Muda!
      


Komentar