MANUSIA MEMANG MAKHLUK SOSIAL


         Banyak orang yang mengaku individulatistis. Percaya atau tidak, itu hanyalah omong kosong belaka yang dituturkan oleh orang yang tak bisa percaya akan takdir. Mereka mengaku individualistis hanya karena ingin terlihat keren pada sampulnya. Salah mengindikasi tentang hal apa yang akan terlihat keren pada era sekarang.


          Individulistis, kata yang khas dengan zaman milenial, zaman modern, zaman dimana kita hidup.


            Tak ada orang yang benar-benar individualistis. Jika kau percaya bahwa ada orang yang benar-benar individualistis, itu artinya kau harus mengamati lebih dalam lagi. Individualistis hanyalah sebuah nama dimana beberapa orang yang menyukai nama itu, menggunakannya sebagai label dari pencitraan dirinya.


             Nyatanya, beberapa orang itu tetap berkomunikasi dengan orang lain, butuh bantuan orang lain, dan ingin memiliki teman, walau hanya teman dalam imajinasi.


            Sifat mandiri memang harus dimiliki setiap orang. Hal ini kadang disalah tafsirkan, mandiri adalah sifat untuk belajar dan bisa melakukan hal-hal yang semestinya bisa dilakukan sendiri dan  tidak perlu merepotkan orang lain. Dan itu artinya, sifat mandiri bukanlah cerminan yang tepat dari seorang yang individualistis.


          Pendiam, periang, dan sebagainya adalah kepribadian masing-masing individu. Itu adalah warna dari diri seseorang. Mau sependiam apapun seseorang, ia akan merasa senang jika ada orang yang bersahabat dengannya, ia akan menjadi orang yang sangat hangat jika dikelilingi oleh orang-orang yang dekat dengannya.


         Tulisan ini memang tak berarti, semua orang tahu ini. Tulisan ini hanya dibuat untuk menyadarkan orang-orang.



Bahwa, Tuhan telah berkata,



kita diciptakan berbeda untuk bersama.



Kita manusia,


memang benar-benar makhluk sosial.

Komentar