HITAM YANG GEMERLAP

HITAM YANG GEMERLAP

                Ketika dirinya ditanya tentang apa hobinya. Aku diam-diam mendengarkan apa yang dia ucapkan. Dan ketika mendegarnya, aku menyernyitkan dahi, tak mengerti.

            Sebagian orang atau bahkan mungkin 9 dari 10 orang didunia akan menjawab seputar hal yang benar-benar lazim dilakukan, yang menyenangkan, pastinya yang mereka sukai. Tapi dia benar-benar berbeda, kau bisa menyebutnya aneh. 

            Penasaran apa yang dia katakan? Anggaplah seseorang bertanya padanya, "Apa hobimu?", dan dia menjawab, "Hitam yang gemerlap." 

            Aku benar-benar tak mengerti apa maksudnya. Aku mencoba untuk mengacuhkannya, mencoba sibuk dengan kegiatan lain. Entah apa yang terjadi pada diriku. Entah sadar atau tidak, diam-diam aku mendengar satu-persatu kata yang keluar dari mulutya, diam-diam berpikir tentang apa yang ia maksud, dan diam-diam memperhatikan wajahnya berharap dapat menemukan jawabannya dari raut wajah dirinya. Aku terus melakukannya, padahal aku tahu itu mustahil dan tentunya  konyol.

            Malu rasanya. Aku tertangkap basah tengah memperhatikannya. Tak kusangka ia akan tersenyum padaku. Aku diam tak tersenyum balik atau memberi respon lainnya. Kubuat wajah terdatar tahun ini sebisaku.

            Tiba-tiba ia mendekatiku, menepuk bahuku, bertanya padaku.

            "Kau mengerti maksudku?" Aku tetap pada diamku, tak menjawab.

            Dia tertawa kecil, lalu melanjutkan bicara, dan aku mulai mendengarkan dengan seksama.
             
            "Langit malam."

            Entah keberapa kali aku mengernyitkan dahiku. Bukannya tak mengerti yang dimaksud dirinya dengan 'hitam yang gemerlap' itu adalah langit malam. Tapi mungkinkah langit malam menjadi sebuah hobi? Apakah aku salah dengar? Atau memang hobi itu sedang tren dan aku tak mengetahuinya? 

            Tak tahan dengan semua pikiran gila tentang hobinya, kuputuskan untuk bertanya. 
            
             "Langit malam? Apa maksudmu?"

             "Kau tahu?"

             "Tentu saja tidak."

             "Langit malam itu indah, unik, dan misterius. Begitu menurutku. Langit malam itu gelap, kelam, terlihat tak menarik, kan? Tapi langit malam punya banyak pendamping aksesoris yang setia. Dia itu benar-benar hitam yang gemerlap. Bahkan lebih gemerlap dari lampu yang biasa kita gunakan. Dia juga tampak elegan, padu padannya sangat serasi. Harta karun adalah penggambaran tepat tentang betapa misteriusnya dia, begitu misterius, selalu dicari, dan menyimpan harta tak terduga. Langit malam punya seribu fakta yang akan membuat dahimu mengernyit lebih dari kata sering. Ketika langit malam membiarkanmu mengetahui satu fakta tentangnya, kau tak akan mudah berhenti untuk mencari tahu yang lainnya, lebih banyak, lagi, dan lagi. Seperti pecandu pada narkobanya, sulit untuk berhenti. Kau percaya? Aku adalah pecandu, pecandu fakta langit malam."

           Dan sejak itu, pandanganku tentang sang langit malam berubah.


Komentar